Artikel

BUDAYA NARSISTIK YANG MENJAMUR

Oleh : Mahrus Ali*
 

Tumbuh pesatnya budaya narsistik diindonesia didominasi oleh kalangan para remaja sekarang yang semakin hari semakin menjadi. Dengan mengetahui hal seprti itu apa yang timbul dalam fikiran kita?? Apakah kita juga akan tergiur untuk masuk kedalamnya ataukah sebaliknya kita akan memperbaiki keadaan tersebut. Demi kepentingan generasi muda kita yang semakin hari dilihat semakin tidak karuan tanpa arah yang jelas.

Alangkah baiknya kita sebagai kader bangsa bisa mengatasi hal tersebut meskipun dipandang hal yang cukup sepele tapi sebenarnya itu dapat menimbulkan hal–hal yang dapat menghambat para remaja dalam kemajuan. Apa jadinya bangsa ini bila para generasinya terjangkit virus yang kini mulai menjangkit sebagian besar kalangan para remaja indonesia yaitu virus narsistik.

Budaya Narsis di Kalangan Remaja. Dengan pertumbuhan pesat pengguna internet di negeri ini, kecepatannya bak ulat bulu yang menggemparkan beberapa waktu lalu, Menjamurnya dunia Facebook dan Twitter di kalangan remaja, menandakan babak baru munculnya gejala-gejala abnormal. Dan tahukah anda bahwa sebenarnya ini merupakan sumber satu penyakit jenis baru?Baik akan saya buktikan dengan 10 temuan ilmiah di bawah ini.

 Beberapa gejala orang narsis itu dikatakan tidak sehat karena : 

1.Mementingkan diri sendiri, melebih-lebihkan prestasi dan bakat yang dimiliki, berharap dikenal sebagai orang unggul tanpa ada hasil atau pencapaian tertentu.
2.Terlalu bangga dengan fantasinya dan memiliki tujuan yang tidak realistik tentang keberhasilan yang tiada batas, kekuatan, kepintaran, kecantikan atau kisah cinta yang ideal.
3.Percaya bahwa dirinya sangat spesial dan hanya bisa bergabung atau bergaul dengan orang-orang yang juga memiliki status tinggi.
4.Memerlukan pujian yang berlebih ketika melakukan sesuatu
5.Memiliki keinginan untuk diberi julukan tertentu
6.Bersikap egois dan selalu mengambil keuntungan dari setiap kesempatan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya
7.Tidak memiliki perasaan empati terhadap sesama
8.Selalu merasa iri hati dengan keberhasilan orang lain dan percaya bahwa orang lain juga iri padanya
9.Menunjukkan sifat arogan dan merendahkan orang lain
10.Mudah terluka, emosional dan memiliki pribadi yang lemah.

*Penulis adalah santri ponpes DAWAM Yogyakarta dan mahasiswa Prodi MPI Fak Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Flag Counter
%d blogger menyukai ini: