Artikel

Orientalisme

Oleh : Hamba Allah
images (8)

Orientalisme berasal dari kata Orient yang membawa maksud Timur, Ketimuran dan bisa dikatakan bumi belahan timur. Kata isme dapat diartikan dengan sistem kepercayaan, pahaman dan searti dengannya.Dari pengertian kata di atas dapat disimpulkan pengertian orientalisme ini adalah bagaimana Barat mengkaji, meneliti, melihat tentang ketimuran.Di dalam dunia ketimuran berbagai perkara yang ada namun bisa dikatakan bahwa orientalisme ini mengkaji Timur dari berbagai sudut.Orang barat yang mengkaji ketimuran ini dikenal sebagai orientalisme. Jadi, orientalisme bermakna suatu faham atau aliran yanng berkeinginan menyelidiki hal-hal yang berkaitan dengan bangsa-bangsa timur beserta lingkungannya.

Dalam kajian Gegrafi Imaginer mengenai orientalisme tidak terlepas dari wacana hubungan Islam dan Barat.Umumnya, dipahami bahwa kalangan orientalis (yang dianggap pihak Barat) memahami Timur (mayoritas adalah Islam) sebagai suatu pemahaman dan analisa yang tidak  berimbang, cenderung menyudutkan pihak yang kedua.

Dalam buku Orientalisme karangan Edward Said berhasil menunjukkan bahwa sebagai sebuah wacana,dikotomi Timur/Barat yang secara sekilas tampak netral sebenarnya merupakan ekspresidari suatu relasi kekuasaan tertentu.Dan dengan jelas sekali orientalis memengungkapkan ciri-ciri progresif Barat dan menunjukkan kemandekan sosial masyarakat Timur.Sejarah Orientalisme dari beberapa sumber pembahasan tentang asal mula Orientalisme, sebenarnya masih menjadi perselisihkan oleh para peneliti sejarah Orientalisme.Dan tidak diketahui secara pasti siapa orang Eropa pertama yang mempelajari tentang ketimuran dan juga tidak adayang mencacat kapan terjadinya. Tapi di sini akan mencoba mengemukakan dari sumber wacana yang di dapatkan, bahwa munculnya orientalis tidak terlepas dari dari beberapa faktor yang melatar belakanginya, antara lain akibat perang salib atau dimulainya pergesekan politik dan agama antara islamdan kristen barat di palestina, banyak juga leteratur yang menyatakan bahwa permusuhan politik yang berkecamuk antara umat islam dan kristen karena pemerintahan Nuruddin Zanki dan Sholahuddin al-ayyubi. Karena kekalahan demi kekalahan yang dialami pasukan kristen maka semangat membalas dendam tetap membara selama berabad-abad. Faktor yang lainnya juga bahwa orientalisme muncul untuk kepentingan penjajahan Eropa terhadap negara-negara Arab dan Islam timur, afrika utara dan dan asia tenggara, serta kepentingan mereka dalam memahami adat istiadat dan agama bangsa-bangsa jajahan itu demi memperkokoh kekuasaan dan dominasi ekonomi mereka pada pada bangsa-bangsa jajahan. Faktor tersebut mendorong mereka menggalakkan studi orientalisme dalam berbagai bentuknyadi perguruan-perguruan tinggi dengan perhatian dan bantuan dari pemerintah mereka.Beberapa literatur yang ada,di sana banyak di jelaskan bahwa para orientalis banyak yang bersifat Negatif, tapi walaupun demikian untuk membedakan/mendeteksi bahwa orientalis tertentu memiliki tujuan agama, politik, atau ilmu pengetahuan orientalis kita tidak harus langsungmengenerelasikan bahwa orientalis tertentu memiliki tujuan agama, politik, atau ilmu pengetahuan yang negatif pula, sebagai seorang akademis tentunya tidak langsung mengambil kesimpulan dari satu sudut pandang saja melainkan harus dari beberapa sudut pandang, penilaian sebuah objek jangan hanya didasarkan pada penilaian komunal orang lain saja kalau menilai keobyektifan suatu karya dengan hanya melihat bahwa orang itu membela/menjatuhkan Islam tapi harus dari peneliaan serta kajian pribadi yang mendalam tentang orientalis apakah karyanya itu disertai dengan bukti/landasan yang logis dan benar, begitu juga umat islam yang mengenal identitas keislamannya pasti mengetahui akan sifat su’udhon dan khusnudhon jadi tidak akan langsung menilai dari sebagain bukti mengenaikarya orientalis secara leterlek saja akan tetapi harus dapat mendeteksi obyek, pemikiran dan hasil penelitian dan kajian mereka. Apakah orientalis yang menurut anda membela Islam maka dia seorang orientalis yang obyektif (“baik”) sedangkan orientalis yang mengkritik Islam adalah orientalis yang tidak obyektif (“tidak baik”)?.

Beberapa orientalis memang terkesan mempelajari Islam demi mencari kelemahan Islam, namun dengan realitas seperti itu, kita tetap tidak bisa menggeneralisir semua kajjian Islam di barat. sikap para orientalis yang ingin membantai Islam itu adalah keyakinan subjektif. Namun, dalam tataran objektif perihal kajian Islam yang mereka pelajari, maka tidak bisa dikatakan melecehkan Islam. terbukti ada beberapa orientalis yang justru masuk Islam setelah mengetahui banyak soal Islam.lagipula..apa ada bukti umat Islam yang menjadi berpaling setelah masuk dan mempelajari Islam dari kacamata Barat? orang-orang seperti Hasan Hanafi, Muhammad Syahrur, Muhamad Arkoun, hingga Lutfi Syaukanie yg belajar di Barat, justru menjadi lebih ‘jadi’ ketika mereka mengampu ilmu Islam dari barat. Islam tambah ramah dan teruka di tangan mereka.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Flag Counter
%d blogger menyukai ini: