Artikel

*~{ MEMBANGUN MORAL DITENGAH PUSARAN GLOBAL }~*

                                                             Oleh : Siti Maslakah*
 
index,,mm

Di Era modern sekarang ini revolusi media, iptek, tidak hanya mampu mendatangkan kemudahan dan kenyamanan bagi manusia melainkan juga mengundang deretan kehawatiran dan permasalahan. Teknologi multimedia misalnya, yang mampu mengubah informasi dengan cepat, beragam, serta kaya isi sehingga mempermudah dan enak untuk dinikmati. Namun dibalik itu teknologi tersebut sangat potensial mengubah cara hidup seseorang, bahkan dengan mudah merambah meracuni moral bangsa meninggalkan norma susila dan norma asusila.

Memang bangsa kita perlu dan justru harus kaya informasi agar tidak tertinggal dengan negara lain. Tetapi terlalu ironis jika kita sampai mengorbankan kepribadian demi mengejar informasi ataupun hiburan. Disinilah moral/ akhlak harus berbicara sebgai media filtrasi guna menyaring ampas negatif teknologi kemudian mengamalkan nilai nilai positifnya.

Dengan berprinsip pada akhlakul karimah seorang muslim akan berpegang teguh pada komitmen nilai. Komitmen nilai inilah yang menjadi fondasi utama kokohnya akidah, sedangkan  akidah yang kuat berkorelasi dengan akhlakul karimah.

Adanya fenomena sosial yang muncul pada beberapa tahun belakangan ini membutuhkan terapi khusus  yang harus difikirkan bersama maraknya pergaulan bebas, hiburan malam, beredarnya minuman keras dan obat terlarang yang menjadi faktor utama rusaknya moral, hal tersebut menjadi fenomena yang harus diperhatikan dan dicarikan solusi.

Upaya  menumbuh kembangkan akhlakul karimah merupakan tanggung jawab bersama, yakni keluarga, sekolah/ pesantren, pemerintah, dan lingkungan masyarakat. Empat elemen ini memiliki tanggung jawab bersama untuk mendarah-dagingkan akhlakul karimah, terutama dikalangan generasi muda. Urgensi akhlak bangsa semakin terasa jika dikaitkan dengan banyaknya aksi korupsi, kolusi, nepotisme, dan berbagai macam manipulasi lain yang dilakukan para dewan agung negri ini yang sudah jelas banyak merugikan rakyat kecil, “yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin” rupanya lagu raja dangdut itu masih menjiwai bangsa kita. Untuk mengatasi kenyataan tersebut  tidak cukup hanya  dilakukan dengan penanaman akhlakul karimah tanpa upaya prefentif dari pemerintahan itu sendiri.

Serangkaian fenomena miring tersebut merupakan dampak negatif dari modernisitas ditengah tengah kita. Hidup di era global ini tidak mungkin melarikan diri dari kenyataan modernisitas. Modernisitas tidak perlu dijauhi, karena kesalahannya tidak terletak pada modernisitas itu sendiri, melainkan pada komitmen nilai dari moralitas bangsa dan individu masing masing dalam merespon arus global tersebut sulit dibendung tanpa adanya filter dalam jiwa manusia.

Didalam menyongsong kemajuan zaman, bangsa indonesia harus mempunyai kualitas moral yang unggul. Bangsa islam yang unggul dalam prespektif islam adalah yang berakhlakul karimah. Hal ini sesuai sabda Rasulullah SAW:

 ان من خيركم احسنكم خلقا (رواه البخاري     

Artinya: ” Sesungguhnya yang paling unggul diantara kamu adalah yang paling baik akhlaknya (H.R. Bukhari).

Tujuan akhlak itu sendiri adalah mencapai kedamaian, ketentraman, serta kebahagian manusia dalam kehidupan, baik didunia bahkan kelak diakhirat dengan memperoleh ridho Nya.

             *Penulis adalah salah satu santri putri ponpes Darul ‘Ulum wal Hikam Yogyakarta

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Flag Counter
%d blogger menyukai ini: