Artikel

Huruf Pegon sebagai Huruf Peninggalan Sejarah Kemerdekaan NKRI

 Oleh : Sholehan*
imagesarab

Salah satu peninggalan sejarah di Indonesia yaitu huruf pegon atau tulisan pegon, kini mulai dihidupkan kembali oleh beberapa Pondok Pesantren di Yogyakarta. Memang tak banyak orang yang mengetahui tentang huruf pegon, karena hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahui huruf ini dan yang bisa membacanya. Huruf yang asing di mata publik ini dahulu juga berperan penting dalam kemerdekaan Republik Indonesia. Poro Kyai dan Walisongolah yang sering mempergunakan huruf ini sebagai sandi untuk mengelabuhi belanda dan juga untuk berkomunikasi dengan pahlawan-pahlawan Indonesia yang notabene dari Pondok Pesantren. Belanda mungkin tidak mampu memahami tulisan pegon ini, karena tulisan yang menyerupai tulisan arab ini pada zaman dahulu seperti coretan-coretan tangan biasa. Sebab hal inilah yang membuat para ulama Indonesia mampu bersatu untuk melawan Belanda.

            Huruf seperti arab, tetapi dalam membacanya masih menggunakan bahasa arab, itulah yang menjadi kekhasan dari tulisan pegon ini. Dalam dunia kepesantrenan tulisan ini sudah familiar bagi para santri, karena dalam memberi arti suatu kitab para santri diharuskan menggunakan huruf pegon ini. Tidak halnya dengan beberapa kitab-kitab kuno yang ditulis oleh poro kyai sepuh kebanyakan menggunakan tulisan pegon. Keunikan lain dari tulisan ini adalah terletak pada cara penulisannya yang aturannya tidak terlalu ketat, berbeda dengan menulis arab pada umumnya yang masih ketat dalam aturan penulisannya.

            Majalah At-Turats merupakan salah satu majalah Indonesia yang terbilang unik, karena majalah tersebut seluruh isinya ditulis dengan menggunakan huruf pegon. Majalah yang berisi biografi para ulama dan para tokoh ini adalah salah satu cara mengenalkan tulisan pegon kepada seluruh lapisan masyarakat. Karena majalah At-Turats mempunyai gagasan bahwa “apabila huruf pegon mati maka ulama akan mati.” Gagasan ini merupakan sepatah kata dari salah satu ulama nasional yaitu Mbah Maemun Zubair yang terkenal akan kealimannya.

Negara Malaysia merupakan salah satu dari beberapa negara asean yang sudah maju dalam mempublikasikan tulisan pegon. Meskipun tulisan pegon terkenal di Indonesia, tetapi kenyataanya negara tetenggalah yang mempopulerkan tulisan tersebut. Melalui Software ejawi yaitu software yang diciptakan oleh Malaysia untuk mengenalkan huruf pegon dengan teknologi. Maka dari itu, sebelum tulisan ini  sepenuhnya di klaim oleh Negara lain, seharusnya Indonesia mengabadikan tulisan yang berperan penting dalam kemerdekaan Indonesia ini sebagai salah satu peninggalan sejarah.

*Penulis adalah santri putra Darul ‘Ulum dan mahasiswa ilmu dan industri peternakan UGM

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Flag Counter
%d blogger menyukai ini: