Cerpen

Gembokku Kuncinya

                                                            Oleh : Arif Sudrajat*
 
ass

Semilir angin sore menerpa keheningan antara Uli dengan Vita selama setengah jam tanpa ada sepatah kata pun keluar dari mulut keduanya. Uli telah memupuskan harapan Vita untuk menjadi kekesihnya tanpa basa basi ,to the point. Kejam memang tapi itulah yang terbaik dari pada memberi harapan kosong pada seseorang.

“Uli,teganya kamu seperti itu.Kenapa kamu menolak”,jeritan Vitayang ingin ia ungkapkan pada Uli tapi ia tidak bisa.

“Sory Vit ,aku gak bisa ”,suara Uli pelan.

            “Kenapa? Sudah ada yang lain?”

            “Mungkin.”

            “Mungkin? Apa maksud kamu?”

“Sudah, lupakan saja.”

“Ta…pi”,segera Uli pergi meninggalkan Vita di pertigaan gang rumahnya, tempat Vita menyatakan perasaannya  pada Uli.”Uli,kenapa?”,gumamnya dalam hati yang telah remuk akibat hantaman kata-kata dari mulut pedas Uli yang membuat harapan Vita kandas tanpa jalan. Vita hanya menangis,menyesali  perbuatanny yang bodoh,mau-maunya seorang gadis cantik sepertinya menyatakan perasaan pada seorang cowok(Uli),apalagi ditolak mentah-mentah.HUFT. Seperti peribahasa sudah jatuh ditimpa buah kelapa dari pohon.Sakitnyaaa.

Ada alasan bagi Uli menolak cinta seorang Vita.Mungkin karena ingin setia. Ia ingin menemukan gadis pemilik kalung berbandulkan kunci. Sedangkan Uli sendiri memiliki ” gemboknya”.”Gembok” itu hanya bisa dibuka dengan  kunci yang dibawa oleh gadis pujaan Uli. Bisa dibilang kunci milik sang putri dan gembok dibawa sang pangeran yang suatu hari nanti keduanya akan bersatu seperti di cerita dongeng. Apabila kunci dan gembok  itu bertemu akan bebaslah seperangkat kasih saying yang selam 9 tahun terkurung dalam belenggu gembok.

Ketika masih SD Uli memberikan kalung berbandul kunci pada seorang gadis cantik pujaan Uli. Desika Candra Vitasari namanya. Kalung itu sebagai pengingat dan sebagai kenangan ketika mereka akan berpisah. Uli pindah ke Bandung dan Desika ke Kudus. Hingga saat ini Uli masih mencintai Desika dan ia yakin bahwa Desika adalah jodohnya yang harus ia cari sampai ke dasar dunia. Sudah 9 tahun Uli tidak bertemu dengan Desika. Selama itu juga Uli tidak pernah menyerah. Namun Uli hanya manusia biasa yang suatu saat akan lelah. Lelah atas semua uasahanya yang ia lakukan selama ini. Dengan alasan itu Uli menolak Vita.

Pohon jati akan bersemi di musim hujan,begitu pula denagn Vita yang kini sudah mencoba akhlas melepas pujaan hatinya. Pupuslah sudah usahanya selama 3 tahun untuk menjadi kekasih Uli,selama itu pula ia setu SMA dengan U*LI tapi beda kelas. Sabar Vit,sabar. Huft.

Satu minggu aka nada Ujian Nasional yang akan menentukan lulus aytau tidaknya Vita dari SMA. Vita tidak mau jatuh tertupuruk terlalu lama hanya karena “Broken Heart because Uli,she must wake up”.

“Aku harus bangun. Urusan Uli besok aja deh setelah ujian bubar”, ujar Vita pada Rinda.

“Nah gitu donk Jeng. Itu baru namanya Vita ,my friend.”

“Iya Rin,aku mau konsen dulu di Ujian besok.”

“Googd-good. Ajib…”

“Ah kamu cuma bisa ngomong doank..Hmm”

“Hehehe…tapi bener kan, kamu harus semangat. Sekali lagi Semangat.”

“Siap komandan..Udah-udah, ayo masuk kelas.Udah belt uh..,ntar dimarahi Mrs. Tuti lho..”

Ujian Nasional telah usai terlaksana. Sata-sat yang mendebarkan telah menghampiri semua siswa kelas SMA se-Indonesia kelas XII termasuk Vita dan Uli. Sejuta kejutan akan segera terkuak seiring berjalannya waktu dan itu sebantar lagi akan terjadi  hari ini. Dag…dig…dug…derrrr.. Semua perasaan itu bercampur aduk dalam satu hati mereka.

Kelas XII termasuk Uli dan Vita berbondong-bondong mendatangi papan pengumuman kelulusan yang telah tegak berdiri sajaknya ia menantang siswa kelas XII yang akan menghampirinya untuk melihat apakah mereka akan lulus atau tidak. Desak-desakan pun terjadi. Senggol kana senggol kiri pun tak terhindarkan. Karena ti8dak mau terlibat dalam desak-desakan itu Uli menunggu hingga teman-temannya bubar dari papan pengumuman kelulusan itu. Sekitar 15 menit Uli menunggu akhirnya tempat itu sepi, ia pun melihat pengumuman. Uli menempelkan jari telunjuknya pada papan pengumuman, mencoba mencari nama ULI CANDRA WIKSANA dengan menggeserkan jari telunjuknya dari atas ke bawah dan sebaliknya. Ia melihat namanya di kolom kedua nomor 149 dengan keterangan LULUS. Senyum, sperti biasa dia hanya tersenyum atas keberhasilannya.

Uli mencoba melihat-lihat nama-nama yang LULUS. Seketika ia terdiam termenung ketika ia melihat nama seseorang tepat di  bawah namanya, DESIKA CANDRA VITASARI. Deg…deg…deg. Jantung Uli berdetak kencang,sekencang Kereta Api Express melaju.

”Desikas? Dia disini? Kenapa aku gak tahu? Dimana? Deimana dai? Seharusnya dia ada disini melihat pengumuman ini.”, ujarnya. Saat Uli berdiri termenungf tanpa gerak sediktpun seperti patung, dating seorang gadis ingin melihat papan pengumuman tepat di samping kanan Uli. Tidak lain tidak bukan dia adalah Vita. Keduanya tidak sadar bahwa mereka bersekatan.

Vita mencari namanya dengan telunjuk di papan pengumuman.

“Hore, alhamdulillah. Aku lulus …aku lulus. Rinda aku lulus, aku lulus Rind,” ujar Vita gembira.

”Yang bener Vit?”

”Bener, aku lulus. Ini lihat DESIKA CANDRA VITASARI, LULUS.”

”Masak sihh. Coba aku lihat. Iya bener. Selamat yahh”, memastikan apakah Vita lulus atau tidak.

BYARR. Lamunan Uli buyar seketika karena tersentak kaget mendengar gadis di sampingnya mengucapkan nama DESIKA CANDRA VITASARI. Segeralah ia menoleh ke arah kanan lantas melihat sesosok Vita di sampingnya.

”Apa? Apa aku mimpi? Dia menyebut nama Desika?”’ gumam hatinya yang tidak percaya atas semua itu.

 “kenapa? Siapa dia sebenarnya? Apakah? Tidak? Mungkin. Itu tidak mungkin .”, hati Uli semakin gusar karena Vita menyebut nama Desika. Dengan rasa tidak percaya , Uli mencoba menatap Vita dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Sepintas, Vita tidak terlihat ada yang mencolok pada dirinya. Hanya seorang gadis berseragam putih abu-abu yang menandakan ia adalah siswa SMA. Semakin Uli menatap semakin pula ia tahu ada yang ganjil dengan Vita. Kunci itu mirip dengan yang Uli berikan pada Vita saat masih SD dulu.

“apa? Kalung itu. Benarkah. Dia … dia adalah desika. ”, suara Uli terdengar lirih. Tanpa sadar Uli meneteskan air mata seperti lagunya STINKY yang berjudul “mungkinkah” yang liriknya “tetes air mata basahi pipiku…” Uli senang sekaligus sedih melihat Vita, bukan, bukan Vita tapi Desika. Senang karena gadis pujaannya telah ia temukan, sedih karena telah menolak cinta Vita tempo hari. Karena sibuk dengan lamunannya, Uli tidak sadar bahwa Vita telah pergi dari sisisnya. Ketika Uli menoleh ke arah kanan ia sudah tidak melihat sosok Vita, Vita telah pergi.

“dimana? Dimana dia?”, Uli mencoba tengok kanan tengok kiri untuk menemukan Si Vita. Uli merasa sangat lemas, tubuhnya yang ramping itu seketika rubuh seperti pohon yang sudah tidak mampu menopang batangnya.

Air matanya semakin banyak menetes dari sepasang mata Uli mengalir di pipinya.

“desika, desika di sini. Apa? Apa yang harus kulakukan? Kenapa? Kenapa aku tidak tahu kalau Vita itu Desika? Kenapa? Kenapa aku menolak cinta Vita? Uli uli, bodoh sekali kamu,” Uli hanya menyesali keadaan yang ada sekarang. Menyesali sesuatu yang tidak ada gunanya. Dua hal bodoh yang sudah dilakukan Uli.

Semua itu belum terlambat kalau Uli mau berdiri untuk menyusul Vita untuk mendapatkan cintanya.

“aku harus berdiri. Berdiri untuk Desika Gembok itu harus aku buka. Harus.” Semangatnya yang baru saja hilang kembali membara.seketika. Ayo Uli semangat. Maju terus pantang mundur. Buka gembok itu. Semangat.ULI CANDRA WIKSAN

 *Penulis adalah santri ponpes DAWAM Yogyakarta dan mahasiswa Prodi P. Fisika UNY.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Flag Counter
%d blogger menyukai ini: