Artikel

“Gasdeso” Dalam Islam

Oleh : Abdul Muis*
 
????????????????????????

Sedekah bumi atau yang disebut dalam bahasa Jawa “Gas Deso”. Sedekah bumi ini merupakan budaya atau tradisi  yang ada dalam masyarakat Jawa. Sedekah bumi, yakni menyedekahkan sebagian harta, dan kekayaan alam untuk sesama manusia, yang mana biasanya acara sedekah bumi ini diadakan di tengah sawah, dengan membawa makanan hasil dari bumi.

Perlu kita pahami secara bersama bahwa pada mulanya sedekah bumi itu adalah suatu tradisi (cultural) atau budaya yang telah ada sejak zaman dahulu. Oleh karena itu, sedekah bumi harus diinterpretasikan sebagai budaya atau adat istiadat yang telah dilakukan secara turun menurun oleh masyarakat di Jawa.

Kalau “gasdeso” atau sedekah bumi, mau ditarik dalam kajian Islam, maka sedekah bumi merupakan bentuk rasa syukur kepada sang pencipta tentang apa yang telah dianugerahkan kepada seluruh umat manusia. Allah telah menciptakan bumi dengan segala isinya dan Allah yang telah menjaga kosmologi alam ini, dengan berbagai perubahan musim dan terhadap siklus bumi yang ada pada musim kemarau dan musim hujan agar seimbang dan berbagai fenomena alam lain yang kadang manusia tak dapat menyadari akan kekuasaan dan kebesaran Allah swt.

Sedekah bumi ini merupakan upacara yang ditujukan untuk mengingat kepada Allah swt, yang telah banyak memberikan rezeki terhadap manusia dari hasil bumi, seperti palawija, padi, cabe, brambang, wortel, singkong, dan sayur-sayuran serta buah-buahan yang berasal dari alam bumi.  Lebih khususnya, kepada para petani yang mengantungkan hidupnya pada hasil bumi ini. Acara ritualitas sedekah ini biasanya diadakan setiap setahun sekali.

Dalam Islam telah diajarkan, bahwa barang siapa yang bersyukur kepada Allah, maka Allah swt akan menambahkan lagi kenikmatan-kenikmatan yang ada di dunia ini. Allah swt yang telah menyuburkan alam bumi. Allah akan menghilangkan banyak musibah dari bumi, sehingga dengan melalui acara ritual sedekah bumi sebagai perwujudan rasa manusia, untuk saling bersedekah terhadap sesama.

Sikap syukur perlu diimplementasikan seseorang dalam hidupnya. Agar umat Islam mampu menyadari posisinya sebagai mahkluk ciptaan Allah yang harus tunduk, patuh, dan tidak memiliki sikap sombong dan takabbur dihadapannya. Oleh karena itu, hanya Allah yang maha kuasa atas alam bumi, yang telah menciptakannya.

Dengan begitu, upaya membangun kesadaran bersyukur menjadi sangat signifikan sekali terhadap pribadi umat Islam, sehingga diharapkan melalui tradisi sedekah bumi dapat melahirkan sikap rendah hati, tawadhu, terbuka dan memiliki sikap peduli terhadap sesama, lebih dari itu, kesalehan individual dan kesalehan sosial yang juga perlu diutamakan  agar seimbang dalam dunia dan akhirat.

Dengan adanya “gasdeso” atau sedekah bumi ini tentunya membuka peluang untuk mendapatkan rahmat Allah Swt, dan membuka peluang diperolehnya kebahagiaan dan nikmat dari Allah, sebagaimana firman Allah swt: “Jika kamu bersyukur, akan kutambahkan nikmatku kepadamu. Akan tetapi, jika kamu kufur sesungguhnya azabku amat pedih (QS.14/Ibrahim:7).

Oleh karena itu, dalam Islam, bersedekah dari hasil bumi adalah suatu perbuatan yang sangat dianjurkan, selain sebagai bentuk dari ucapan syukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah, bersedekah ini juga dapat menjauhkan diri sifat kikir dan dapat pula menjauhkan diri dari bala dan musibah bencana alam seperti musim paceklik, tanah longsor, banjir bandang dan gempa bumi. Allah swt akan menambah nikmat kepada hambanya yang mau bersyukur, begitu juga adzab dan siksa-Nya sangatlah pedih bagi para hamba yang kufur.

Sikap syukur sangat ditekankan dalam Islam, Nabi Muhammad saw, mengajarkan doa agar diberikan taufik untuk bersyukur kepada Allah swt, sebagaimana dalam hadist shahih diriwayatkan Imam Ahmad, Al-Hakim, An-Nasa’iy dan Imam An-Nawawy, Rasulullah memberikan nasihat kepada Mu’adz : Demi Allah, aku benar-benar mencintaimu. Maka di setiap penghujung shalat janganlah kamu lupa membaca “Allaahumma a’innii ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika” (Ya Allah, tolonglah aku agar selalu ingat kepadamu, bersyukur kepada-Mu dan baik ibadahku kepadamu).

Ritual sedekah bumi atau Gasdeso ini merupakan simbol dari perbuatan manusia untuk mengucapkan rasa syukur atas kenikmatan yang diberikan oleh Allah swt. Secara vertikal,  sedekah bumi merupakan bentuk manusia menjalin hubungan dengan Allah (habluminaallah) dan secara horizontal, umat Islam menjalin relasi terhadap sesamaanya (hablumminannas). Dalam sedekah bumi ini ternyata tersimpan dua dimensi vertikal dan horizontal yang sarat dengan nuansa spiritual Islam tersebut.

Dengan demikian, prinsip-prinsip mendasar dari ritual sedekah bumi ini harus diniatkan secara Islami. Oleh karena itu, acara sedekah bumi  atau gasdeso sejatinya perlu dikembalikan pada niat awal masing-masing umat Islam. Kalau niatnya ditujukan untuk mengingat-ingat kepada Allah swt dan bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan oleh umat manusia, maka sedekah bumi atau gasdeso  diperbolehkan dalam Islam.

*Penulis adalah salah satu santri putra ponpes Darul ‘Ulum wal Hikam Yogyakarta

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Flag Counter
%d blogger menyukai ini: